Jelang Akhir Masa Jabatan, Presiden Jokowi Minta Maaf ke Masyarakat
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia menjelang akhir masa jabatannya. Dirinya menyadari, bersama Wapres Ma'ruf Amin tidak dapat memenuhi harapan semua pihak.
Permohonan maaf itu disampaikan Presiden Jokowi di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (01/08/2024). Menurutnya, selama menjalankan amanah, tidak mungkin dirinya bisa memenuhi keinginan semua pihak. Karena itulah dirinya minta maaf ke masyarakat.
"Di hari pertama bulan kemerdekaan, bulan Agustus. Dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Kiai Haji Ma'ruf Amin ingin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini. Khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia dan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Dzikir dan Doa Kebangsaan menjelang HUT ke-79 RI.
Baca juga: Mantan Gubernur Malut Beri Uang ke 36 Perempuan Capai Rp6 Miliar, Ada Pegawai Bank Hingga Konsultan
Jokowi menyadari dirinya dan Ma'ruf Amin tidak dapat menyenangkan dan memenuhi harapan semua pihak. Jokowi menyebut tidak sempurna dan hanyalah manusia biasa.
"Kami sangat menyadari bahwa sebagai manusia, kami tidak mungkin dapat menyenangkan semua pihak. Kami juga tidak mungkin dapat memenuhi harapan semua pihak. Saya tidak sempurna, saya manusia biasa, kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT," ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com.
Baca juga: Ayah David Ozora Terima Restitusi Rp706 Juta dari Hasil Lelang Mobil Mario Dandy
"Hanya milik Allah, kerajaan langit dan Bumi serta apapun yang ada di dalamnya, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu," lanjut Jokowi.
Diketahui, acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini merupakan rangkaian HUT RI yang rutin digelar tiap tahun. Kegiatan ini selalu digelar 1 Agustus.
Dalam kegiatan kali ini, Presiden Jokowi mengundang lebih dari 3 ribu undangan. Selain Presiden Joko Widodo dan Iriana, acara dzikir kebangsaan juga akan dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta istri Wury Ma’ruf Amin.
Undangan meliputi para menteri, anggota Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM), majelis zikir, Pondok Pesantren Hubbul Wathon, para tokoh agama, tokoh agama Kalimantan Timur, lembaga dakwah NU, pimpinan organisasi masyarakat Islan, pimpinan pondok pesantren, para ulama dan kiai, serta santri. (Sidik Purwoko)
Baca juga: Ledakan Bom Ikan di Pamekasan, Seorang Luka-Luka dan Dilarikan ke RS
Editor: Sidik Purwoko