WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Baru juga dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), ketiga wakil menteri sudah diincar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi bukan lantaran terjerat kasus rasuah melainkan karena belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) nya.
Hal itu karena Presiden Jokowi memang melantik tiga wakil menteri baru, pada Kamis (18/07/2024) kemarin.
“KPK dalam waktu dekat akan mengirimkan surat imbauan pelaporan LHKPN kepada yang bersangkutan,” kata juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto kepada wartawan, Jumat, (19/07/2024).
Tessa mengingatkan, penyelenggara negara yang baru mempunyai batas waktu maksimal tiga bulan, untuk melaporkan aset mereka.
Baca juga: Mbappe Belum Diikutsertakan dalam Tur Pramusim Real Madrid ke Amerika
“Sesuai Peraturan KPK No. 02/2020, setiap penyelenggara negara yang baru pertama kali menjabat wajib menyampaikan LHKPN paling lambat 3 Bulan sejak dilantik,” ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi melantik tiga wakil menteri baru. Mereka adalah Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono, Wakil menteri Pertanian Sudaryono, dan Wakil Menteri Investasi Yuliot.
Pengambilan sumpah jabatan, dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.
“Saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada undan-undang dasar negara republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan setulus-tulusnya, demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian petikan sumpah jabatan yang dibacakan.
Sebagai informasi, Wamenkeu II Thomas Djiwandono merupakan keponakan Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Presiden RI terpilih Pilpres 2024, Prabowo Subianto. Ia lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Prabowo.
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia di era Presiden Soeharto yang diberhentikan lantaran berseberangan dengan pimpinan Orde Baru itu.
Thomas pernah kuliah di bidang studi sejarah di Haverford Colloge, Pennsylvania, Amerika Serikat, kemudian mengambil master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.







