Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan tahun 1994 di Indonesia Business Weekly. Thomas juga pernah bekerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong. Pada 2006 dirinya menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group
Baca juga: Ini Kandungan Kecubung yang Bisa Menyebabkan Orang Meninggal
Sementara di jalur politik, ia menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra dan pernah menjadi calon anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat. Selama Pilpres 2014, peran Tommy sangat penting bagi Koalisi Merah-Putih (KMP) untuk kebutuhan logistik.
Sedangkan Wamentan Sudaryono merupakan mantan ajudan Prabowo yang juga politikus Partai Gerindra dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah. Dirinya menjabat Corporate Secretary di Nusantara Energy pada 2024 yang sebelumnya menjabat CEO Garuda TV pada 2018.
Mas Dar, panggilan akrabnya juga menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020. Sejak 2021, ia menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), sekaligus Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan beberapa kegiatan sosial rutin lain.
Lalu Yuliot Tandjung sebelum menjabat Wameninves pernah menduduki posisi Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Utama Kementerian Investasi/BKPM. Ia lahir 7 Oktober 1963 di Padang Panjang dan sudah lama berkarier di kementerian itu sejak 1998.
Pernah menempati posisi Kepala Kantor Perwakilan BKPM di Taiwan, Kepala Biro Perencanaan dan Informasi, Direktur Promosi Dalam Negeri, Direktur Pengendalian Pelaksanaan Wilayah II, dan Direktur Deregulasi.
Yuliot pun pernah menduduki jabatan di kedeputian, yakni sebagai Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal sepanjang Oktober 2020-September 2023. Lalu, ia pernah menjadi Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal sepanjang September 2023-Juni 2024.
Yuliot merupakan lulusan sarjana Produksi Ternak Universitas Andalas dan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







