WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Darwin Nunez terlibat keributan dengan pendukung Kolombia setelah laga semifinal Copa America, di Amerika Serikat, Rabu lalu. Atas kejadian itu Pejabat Liverpool FC berencana untuk segera mengadakan pembicaraan dengan Darwin Nunez dan Federasi Sepak Bola Uruguay (UFF) setelah penyerang The Reds berusia 25 tahun itu masuk ke kerumunan dalam kericuhan di ajang Copa America di Charlotte, menurut ESPN. Klub Liga Premier itu berharap untuk mendapatkan pemahaman dan informasi yang lebih detil tentang peristiwa keributan yang mengejutkan saat Uruguay kalah 0-1 dari Kolombia di semifinal Copa America. Baca juga:10 Pemain Kolombia Hentikan Uruguay 1-0, Tantang Argentina di Final Copa America 2024 Liverpool juga berencana untuk berbicara dengan UFF sebelum mengambil keputusan mengenai masalah ini, demikian ESPN melaporkan lebih lanjut. Tim juga ingin memeriksa kondisi Nunez serta keluarganya mengenai kondisi terkini. Surat kabar Uruguay El Pais melaporkan bahwa Nunez melompat ke tribun untuk menghadapi pendukung Kolombia yang dia yakini merupakan ancaman bagi keluarganya dan keluarga rekan satu timnya yang saat itu juga menonton laga. Nunez sempat mencoba melemparkan kursi ke arah kerumunan, namun digagalkan oleh petugas keamanan. Nunez serta rekan satu timnya Jose Gimenez dan Ronald Araujo berkelahi dengan fans Kolombia sementara gelandang Tottenham Rodrigo Betancur terlihat melemparkan dua botol ke kerumunan – salah satunya mengenai staf Uruguay. Kekhawatiran sanksi berat Ada kekhawatiran bahwa Nunez akan menghadapi larangan bermain yang lama dari badan sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL. Terlebih lagi, FIFA mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan larangan bermain di seluruh dunia, yang akan berdampak pada musim 2024-25 Nunez bersama Liverpool. Baca juga:Copa America 2024: Prediksi Uruguay vs Brasil: Menguji Rekor Sempurna Nunez dan sekitar selusin rekan setimnya di Uruguay berdiri di tribun penonton saat para penggemar berkelahi di Stadion Bank of America menyusul kekalahan 0-1 dari Kolombia di semifinal Copa America pada Rabu malam. Setelah pertandingan usai, perkelahian terjadi di belakang bangku cadangan Uruguay setelah peluit akhir wasit Meksiko César Ramos. Sebanyak 70.644 penonton mendukung atau sekitar 90 persen penonton diketahui dari Kolombia, namun sebagian kecil pendukung Uruguay berkelahi dengan pendukung Kolombia yang berawal dari lemparan botol-botol minuman. Núñez dan rekan satu timnya kemudian menaiki tangga menuju kerumunan. Sebuah video menunjukkan Núñez memukul seorang penggemar dengan warna tim Kolombia. Nunez beralasan ingin mengamankan keluarganya di tribun tersebut. "Ini adalah bencana. Keluarga kami dalam bahaya. Kami harus naik ke tribun untuk mengambil orang-orang yang kami cintai yang memiliki bayi kecil, bayi baru lahir,' katanya kepada TUDN. "Semuanya adalah bencana. Tidak ada satu pun petugas polisi," tambahnya. Baca juga:Tinggalkan Liverpool Akhir Musim, Klopp Janji Tidak Akan Tangani Klub Inggris Lagi Butuh waktu lebih dari 10 menit bagi polisi untuk tiba di lokasi kejadian dan memulihkan ketertiban. Petugas melalui pengeras suara di stadion kemudian meminta para penggemar untuk meninggalkan stadion, tetapi beberapa pendukung tetap tinggal. (pwk) Editor: purwoko