Melansir Middle East Eye, Rabu (3/7/2024), pernyataan itu mengatakan: “[Shaheed] memiliki banyak arti, banyak di antaranya tidak dimaksudkan untuk mengagungkan atau menyampaikan persetujuan atas kekerasan.”
Dewan tersebut juga mempertimbangkan kekhawatiran bahwa larangan menyeluruh tersebut berkontribusi pada penyensoran diskusi tentang situasi konflik seperti di Gaza dan Sudan.
Dewan tersebut menyambut baik keputusan Facebook untuk mengadopsi pendekatan yang “lebih seimbang” terhadap istilah tersebut. (yayu)
Editor: Yayu







