PBB Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang karena Bunuh Warga Sipil Saat Bebaskan Sandera
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, GAZA- Genosida di Palestina masih berlangsung dan makin parah dengan korban warga sipil mencapai lebih dari 37 ribu sejak peristiwa Badai Al-Aqsha 7 Oktober 2023 lalu.
Badan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Selasa (11/6/2024) lalu mengatakan bahwa pembunuhan warga sipil di Gaza selama operasi Israel untuk membebaskan empat sandera dari milisi Hamas di daerah padat penduduk, dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Israel mengatakan operasi tersebut yang disertai dengan serangan udara terjadi pada Sabtu (8/6/2024), di lingkungan perumahan di wilayah Nuseirat, Gaza tengah, tempat Hamas menyandera para sandera di dua blok apartemen terpisah.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, operasi yang dilancarkan Israel tersebut menewaskan lebih dari 270 warga Palestina.
“Cara serangan yang dilakukan di wilayah padat penduduk menimbulkan pertanyaan serius apakah prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian sebagaimana diatur dalam hukum perang, dihormati oleh pasukan Israel,” juru bicara untuk badan hak asasi manusia PBB, Jeremy Laurence berbicara.
BACA JUGA: Tentara Israel yang Pernah Banggakan Diri Hancurkan Rumah Warga Palestina Tewas Bunuh Diri
Laurence menambahkan bahwa penyanderaan di daerah padat penduduk oleh kelompok bersenjata menempatkan nyawa warga sipil Palestina, serta para sandera itu sendiri.
“Semua tindakan yang dilakukan kedua belah pihak mungkin merupakan kejahatan perang,” katanya lagi.
Konflik kembali meletus di Gaza sejak milisi Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang.
Israel kemudian membalas dengan mengebom dan menginvasi ke Gaza, telah menewaskan lebih dari 37.000 warga Palestina.
Milisi Hamas membawa sekitar 250 sandera kembali ke Gaza pada serangan 7 Oktober lalu tersebut.
Lebih dari 100 di antaranya dibebaskan dan ditukar dengan sekitar 240 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel selama gencatan senjata seminggu pada bulan November 2023.
Menurut penghitungan Israel, terdapat 116 sandera yang tersisa di daerah Gaza tersebut, termasuk sedikitnya 40 orang yang dinyatakan tewas saat serangan Israel. (berbagai sumber)
Editor: Yayu