“Hal ini dilakukan untuk memberikan peringatan kepada negara-negara tersebut dan menghindari kebocoran,” ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric.
Dimasukkannya Israel ke dalam daftar tersebut terjadi setelah delapan bulan perang di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Hingga saat ini, setidaknya tentara Israel (IDF) sudah menewaskan lebih dari 15.500 anak di Gaza. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







