Dorong Peningkatkan Produksi Padi, BRMP Kalsel dan Pemkab Tabalong Gelar Tanam Perdana PM-AAS
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong melaksanakan tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agricultural System (PM-AAS) di Desa Jaro, Kecamatan Jaro dan Desa Bilas di Kecamatan Upau.
Program yang dipimpin langsung Wakil Bupati Tabalong, Habib Taufani Alkaf tersebut menerapkan metode tanam benih langsung atau tabela menggunakan alat drum seeder sebagai upaya meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendongkrak produksi padi di daerah.
Tugiran, petani Kecamatan Upau mengaku sistem penanaman ini selain menghemat waktu tanam juga menekan biaya produksi dibandingkan metode tanam pindah padi muda.
"Harapan kami sistem PM-AAS ini bisa berpotensi meningkatkan hasil panen kami," ucapnya pada wartabanjar.com, Minggu (31/5/2026).
Sistem PM-AAS ini merupakan sistem tanam benih langsung yang dimodernisasi dengan pemanfaatan alat dan mesin pertanian sederhana.
Drum seeder adalah alat berbentuk tabung dari pipa paralon dengan lubang-lubang kecil yang berfungsi menyalurkan benih langsung ke lahan.
Dengan metode ini, petani tidak lagi harus melalui proses persemaian sebelum penanaman.
Cara tanam benih langsung yang dimodernisasi dengan alat mesin pertanian tidak harus menggunakan alat yang mahal, tetapi hasil produksi tetap tinggi dan efisien.
Namun demikian, keberhasilan metode ini tetap memerlukan dukungan pemupukan yang memadai agar produktivitas tanaman dapat optimal.
Sementara itu, Wakil Bupati Tabalong, Habib Taufani Alkaf berharap program PM-AAS dapat berjalan baik mulai dari proses tanam hingga panen.
Pemerintah daerah menargetkan adanya peningkatan produksi padi yang signifikan melalui penerapan sistem tersebut.
BACA JUGA: Panen Jagung Poktan Bina Usaha Tabalong Capai 2 Ton
BACA JUGA: Pemkab Tabalong Tegaskan Komitmen Dukung Penyuluh Pertanian demi Swasembada Pangan
“PM-AAS ini mudah-mudahan nantinya proses berjalan, mulai dari tanam, pemeliharaan sampai panen, hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan yang kita inginkan bersama, yaitu yang berawal dari 5 ton bisa mencapai 10 ton,” kata Habib Taufan saat kegiatan tanam perdana di Kecamatan Jaro beberapa waktu lalu.