WARTABANJAR.COM, JAKARTA - DPR dalam hal ini Komisi VI dan I menggelar rapat bersama membahas layanan internet Starlink milik Elon Musk. Raker juga membahas jasa over the top alias OTT lain dengan mengundang Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiaji, BUMN hingga pelaku bisnisnya. Hal itu merupakan salah satu poin risalah rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Telkom, RDP itu juga menyoroti keberlangsungan layanan internet satelit SpaceX milik Elon Musk, yang telah resmi beroperasi pekan lalu. Di sela rapat, anggota Komisi VI menyinggung peluang tergerusnya bisnis pelaku jasa telekomunikasi dengan resminya Starlink menawarkan layanan internet, bahkan sampai segmen ritel. Baca juga: Starlink Milik Elon Musk Resmi Beroperasi di Puskesmas Denpasar Komisi VI DPR RI menyepakati agenda rapat gabungan dengan Komisi I DPR RI, Menteri BUMN RI, Menteri Kominfo, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dengan menghadirkan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), "Untuk membahas masuknya layanan Starlink dan OTT di Indonesia,” ucap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mohamad Hekal seperti dikutip Wartabanjar.com di Jakarta, Kamis (30/5/2024). Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade menambahkan bahwa Starlink hadir tanpa menyelesaikan persyaratan terlebih dahulu. Perusahaan itu belum memiliki kantor resmi di Indonesia, bahkan belum membayar pajak atas layanan tersebut ke Indonesia. Baca juga: Isi Perbincangan Presiden Jokowi dan Elon Musk “Starlink ini untung banyak di Indonesia. Belum apa-apa tadi disampaikan teman-teman (Anggota Komisi VI DPR RI). Semuanya dia bisa dapet untung dengan Kementerian Kesehatan," katanya. Bukannya berinvestasi di industri kendaraan listrik, Elon Musk membawa Starlink untuk berjualan layanan internet, Andre menyoroti. Hal ini membuat miliarder ini semakin berpotensi meraih untung. Ditambah ia sangat khawatir layanan internet Elon akan pengaruh kehadiran Starlink lewat badan hukum Starlink Services Indonesia, bisa berdampak buruk bagi PT Telkom. "Elon Musk ini untung banyak masuk Indonesia dengan Starlink ini, karena apa? Kita kan berharap dia investasi mobil listrik ke Indonesia, atau kalau nggak bisa mobil listrik, dia bikin investasi pabrik baterai di sini. Tapi kan, baru akan, baru janji, ya masih angin surga lah," jelas dia. Baca juga: Hapus Dua DPO Kasus Pembunuhan Vina, Hotman: Ingin Cepat Tutup Kasusnya? Andre juga menyinggung terkait kerjasama yang akan dijalani antara Starlink dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyediakan pelayanan internet kepada 3.400 Puskesmas di Indonesia. Menurutnya, pola kolaborasi ini akan lebih baik jika melibatkan Telkom dibandingkan Starlink. “Pak BGS [Budi Gunadi Sadikin] itu harusnya kerjasama dengan Telkom, soal pelayanan Puskesmas itu, 3.400 Puskesmas, apalagi kan Kemenkominfo baru meluncurkan satelit baru kan, kan banyak, bisa," kata Andre. APJII sebelumnya keras mengkritik proses pemberian sertifikasi oleh pemerintah, utamanya pada Uji Laik Operasi (ULO) Starlink Indonesia yang diduga penuh diskriminasi. Baca juga: Alat Berat Jatuh di Gedung Kejaksaan, Intimidasi Kasus Tambang? Bahwa proses pemberian sertifikasi yang amat cepat hingga memicu dugaan APJII ada perlakuan istimewa, yang tampaknya tidak akan diberikan kepada pelaku jasa internet (ISP) lokal. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko