Temuan Mayat Membusuk di Toren Air, Begini Komentar Netizen:
Ukuran Huruf:
Kontan saja petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus tersebut. Penyelidikan yang dilakukan petugas termasuk berdasarkan rekaman CCTV yang berada di sekitar tempat tersebut.
Baca juga: Perkuat Kelistrikan Perbatasan Malaysia, PLN Gelar Komite Operasi Ke-23 Bersama SEB Serawak
Hingga polisi mendapati identitas mayat tersebut bernama Devikarmawan (27). Polisi menduga jika korban masuk sendiri ke dalam toren karena ada pelampung otomatis.
"Kemungkinan orang itu masuk sendiri, kan di dalam itu ada pelampung yang otomatis itu. Kami akan tindak lanjuti, kalau kita tahu hasil autopsi, nanti kita akan simpulkan siapa dia, kapan matinya berapa hari kenapa orang itu ada di situ," jelasnya.
Sementara menurut ibu korban, Darmiyati (55), terakhir bertemu anaknya itu pamit beli kopi sebelum hilang. Dirinya merasa janggal dengan kematian anaknya yang membusuk di dalam toren air.
Baca juga: Amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Hery Sasmita Harapkan SKPD di Batola Aktifkan Website
"Malam Minggu (Sabtu, 25 Mei 2024) masih ngobrol sama saya, di dalam rumah sini. Terus dia pamit mau beli kopi, tahu-tahu tidak pulang, dilacak ke kakak-kakaknya," kata Darmayati, Selasa (28/05/2024).
Darmiyati sempat mengira anaknya itu pergi dengan teman-temannya ke Bogor. Namun, korban tidak bisa dihubungi dan tak memberi kabar hingga membuatnya curiga.
"Ya siapa yang tahu, orang abis bincang-bincang malam Minggu. Ini anak ke mana, saya nanya ke mana si Devi?" ujar Darmayati.
Semula dirinya menduga anaknya itu menjemput keponakannya untuk dibawa ke rumah seperti rutinitas korban setiap libur. Tapi korban juga tidak kunjung kembali memberi kabar.
Baca juga: Insiden Penguntitan Jampidsus Oleh Densus 88, Menko Polhukam: Fokus Tupoksi!
Anehnya, HP korban masih aktif sampai sekarang. Karena Darmayati sudah membelikan pulsa untuk mengisi kuota datanya.
"Ada (aktif) HP-nya. Semalam saja coba ada di mana. Centang dua," ungkap Darmiyati.
Darmiyati merasa janggal dengan kematian anaknya lantaran menemukan luka di badan korban.
"Ada kejanggalan di hati saya. Ini anak dikeroyok. Makanya kakaknya sampai saat ini belum pulang, minta diautopsi. Kayak ada sayatan, jadi dari pagi belum pulang," ujar Darmiyati.
"(Melihat bekas cekikan) iya (sambil menunjuk ke arah leher). Lihat secara langsung waktu pas dibawa ke ambulans. Kan langsung dibawa (ke RS)," tambah Darmiyati.
Baca juga: Beli Elpiji 3Kg Per Juni Wajib Pakai Syarat KTP? Gak Bahaya Ta?
Jasad korban saat ini ada RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Korban rencanya akan dimakamkan di TPU Pondok Jaya setelah selesai autopsi.