“Malam Minggu (Sabtu, 25 Mei 2024) masih ngobrol sama saya, di dalam rumah sini. Terus dia pamit mau beli kopi, tahu-tahu tidak pulang, dilacak ke kakak-kakaknya,” kata Darmayati, Selasa (28/05/2024).
Darmiyati sempat mengira anaknya itu pergi dengan teman-temannya ke Bogor. Namun, korban tidak bisa dihubungi dan tak memberi kabar hingga membuatnya curiga.
“Ya siapa yang tahu, orang abis bincang-bincang malam Minggu. Ini anak ke mana, saya nanya ke mana si Devi?” ujar Darmayati.
Semula dirinya menduga anaknya itu menjemput keponakannya untuk dibawa ke rumah seperti rutinitas korban setiap libur. Tapi korban juga tidak kunjung kembali memberi kabar.
Baca juga: Insiden Penguntitan Jampidsus Oleh Densus 88, Menko Polhukam: Fokus Tupoksi!
Anehnya, HP korban masih aktif sampai sekarang. Karena Darmayati sudah membelikan pulsa untuk mengisi kuota datanya.
“Ada (aktif) HP-nya. Semalam saja coba ada di mana. Centang dua,” ungkap Darmiyati.
Darmiyati merasa janggal dengan kematian anaknya lantaran menemukan luka di badan korban.
“Ada kejanggalan di hati saya. Ini anak dikeroyok. Makanya kakaknya sampai saat ini belum pulang, minta diautopsi. Kayak ada sayatan, jadi dari pagi belum pulang,” ujar Darmiyati.
“(Melihat bekas cekikan) iya (sambil menunjuk ke arah leher). Lihat secara langsung waktu pas dibawa ke ambulans. Kan langsung dibawa (ke RS),” tambah Darmiyati.







