WARTABANJAR.COM, BARABAI – Musim haji tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi dr Farah Diba sebagai pendamping kesehatan calon jemaah haji asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan di Tanah Suci.
Dokter umum RSUD H Damanhuri Barabai itu tergabung dalam tim kesehatan Kloter BDJ 14 bersama dua perawat, Masmulia, Amk dan M Rifqi Anas, S.Kep., Ns.
Saat ditemui pada pelepasan jemaah haji HST di Masjid Agung Riyadussalihin Barabai, Senin (11/5/2026), dr. Farah mengaku antusias menjalani tugas pertamanya mendampingi jemaah haji di Arab Saudi.
Baca Juga Truk Tronton Terbalik di Bawah Jembatan Bamban Tanah Laut Usai Tabrak Tiang Listrik
“Alhamdulillah sangat excited, karena biasanya mendedikasikan diri buat pasien gawat darurat atau pasien di poli umum, sekarang untuk pelayanan kesehatan jemaah. Itu sangat berbeda,” ujarnya.
Ia mengatakan tim kesehatan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap jemaah yang memiliki riwayat penyakit berat seperti penyakit jantung, paru-paru, gangguan pendarahan, hingga diabetes.
Dari hasil pemetaan tersebut, sebanyak 59 jemaah masuk kategori risiko tinggi berat dan akan mendapat pendampingan kesehatan secara intensif selama berada di Tanah Suci.







