WARTABANJAR.COM, NUSA DUA - DPR RI bersama Inter-Parliamentary Union (IPU) atau forum parlemen dunia telah selesai menggelar Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum (WWF). Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap hasil pertemuan Parlemen pada WWF ke-10 mengangkat 4 isu utama terkait air. “Sejak hari Senin siang, pertemuan Parlemen telah membahas secara intensif mengenai empat isu,” kata Puan usai acara yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (21/05/2024). Adapun empat isu yang dibahas terkait permasalahan air yakni akses kepada air dan sanitasi sebagai penentu SDGs (Sustainable Development Goals) atau Target Pembangunan Berkelanjutan, praktik inovatif untuk manajemen air yang inklusif, air sebagai inti dari aksi iklim, serta diplomasi air dan kerja sama untuk perdamaian. Baca juga: Pemkab Barsel Serah Terima Buku Tabungan dan Rehabilitasi Rumah Korban Bencana Menurut Puan, pertemuan ini telah memberikan ruang diskusi dan berbagi pengetahuan antara anggota parlemen dunia dengan pakar, organisasi internasional, dan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara. “Hari ini, saya menutup pertemuan Parlemen dengan menyampaikan komitmen parlemen dunia untuk mengatasi krisis air secara bersama-sama,” ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com. Komitmen parlemen tersebut dituangkan dalam sebuah Communique, sebagai outcome document dari Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th WWF. Dokumen hasil pertemuan itu diberi nama Nusa Dua Communique yang memuat rekomendasi parlemen untuk aksi air. Baca juga: Heboh Perpisahan Sekolah di Banjarmasin Bak Dugem Hadirkan DJ Berikut poin-point penting dari Nusa Dua Communique: 1) Menjadikan upaya mengatasi krisis air sebagai bagian dari percepatan pencapaian SDGs; 2) Mendorong pengelolaan air yang mengedepankan pemenuhan hak asasi manusia; 3) Memaksimalkan peran pengawasan parlemen dan partisipasi publik untuk menyelesaikan berbagai hambatan terhadap akses air; 4) Meningkatkan inklusivitas perumusan kebijakan tentang air; 5) Memastikan air menjadi bagian yang terintegrasi dengan strategi nasional adaptasi perubahan iklim; serta 6) Mendorong pembiayaan yang inovatif untuk tata kelola air. Baca juga: Rekrutmen Anggota Polri di Papua, Begini Antusiasme Warga Asli di Sana “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota parlemen dan civil society Indonesia, yang telah memberikan masukan terbaik untuk DPR RI,” katanya. Nusa Dua Communique akan dibawa ke Sidang WWF ke-10 yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia dan WWC sebagai rekomendasi untuk hasil Forum Air Dunia ke-10 tahun 2024 yang juga digelar di Bali itu. Forum parlemen WWF dihadiri 231 partisipan dari 49 negara, termasuk beberapa speaker (Ketua Parlemen). Ada juga peserta dari organisasi internasional. (Sidik Purwoko) Baca juga: Rekrutmen Anggota Polri di Papua, Begini Antusiasme Warga Asli di Sana Editor: Sidik Purwoko