“Saya pikir apa yang disampaikan (Ketua MPR Bambang Soesatyo) itu sudah kami lakukan,” tegas Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/05/2024). Jadi fungsi-fungsi atau kerja-kerja rekonsiliasi itu sudah dilakukan pemenang, Rekonsiliasi bukan diinisiasi oleh lembaga negara, partai politik, peserta pemilu maupun presiden terpilih. Baca juga: Peneliti Temukan Ikatan DNA Suku Dayak Dengan Indian Amerika, Benarkah? “Dan kerja-kerja itu sudah kami lakukan sejak quick count malah. Sejak sebelum ditetapkan oleh MK, dan setelah ditetapkan oleh MK dan KPU, ini juga tetap kami jalankan,” jelasnya seperti dikutip Wartabanjar.com. Dasco mengatakan upaya rekonsiliasi yang dilakukan Gerindra ataupun Prabowo untuk menyamakan visi dalam lima tahun ke depan. Sehingga Gerindra tak akan memaksa jika ada pihaknya yang tetap ingin berada di luar pemerintahan. Baca juga: Gelar Upacara Sertijab, Polres Banjarbaru Rotasi Sejumlah Perwira “Yang dinamakan rekonsiliasi adalah kita menyamakan visi untuk membangun Indonesia ke depan, entah dia ada di luar pemerintahan atau di pemerintahan,” ucapnya. “Itu yang kemudian kita lakukan, dialog-dialog dan komunikasi-komunikasi antar parpol yang ada,” tandasnya. Sebelumnya, Politikus Maruarar Sirait (Ara) bersama Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet, menggulirkan wacana rekonsiliasi nasional antara pendukung pasangan calon 1, 2 dan 3. Baca juga: Nasdem dan Demokrat Berkoalisi, Usung Tagline ‘Jaya Siap MengABDI’ Hal itu disampaikan Bamsoet dalam acara “Tribute to Bang Akbar Tandjung” di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Minggu (19/5/2024). Ia ingin ada suasana yang damai usai Pilpres 2024 berlangsung. “Kami bersama Mas Ara juga sedang menyiapkan sebuah gagasan rekonsiliasi nasional. Bagaimana kita mempertemukan dalam suatu forum diskusi yang hangat, bicara tentang bangsa dan negara antara 01, 02 dan 03 dalam waktu dekat ini,” ujar Bamsoet. Baca juga: TNI Klaim Pukul Mundur OPM, Distrik Homeyo Intan Jaya Kondusif Bamsoet menyebut tantangan bagi pemerintahan ke depan tak mudah. Untuk itu, katanya, setiap pihak mesti mendorong adanya kerja sama dan kerukunan. “Tantangan ke depan bangsa ini sangat berat, sehingga perlu kekompakan, kegotongroyongan dan saling memahami, saling mendukung satu sama lain antara presiden terpilih Prabowo Subianto dan presiden hari ini, Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya menjadi satu membangun bangsa dan negara ke depan,” tegasnya. (Sidik Purwoko)