“Kita diskusi, apa yang kita lakukan dan menetapkan rencana aksi. Selain itu peran camat dan forkopimcam juga turut sangat membantu untuk memastikan proses penimbangan berlangsung tertib,” sebutnya.
Pada penyerahan apresiasi kinerja penurunan stunting, Sekda sampaikan seluruh apresiasinya kepada seluruh yang terlibat pada penurunan kasus stunting. Sekda apresiasi juga sejumlah Camat yang berkreativitas melakukan inovasi dalam penurunan stunting. Misalnya Camat Barambai yang mendatangi secara langsung balita yang tidak hadir penimbangan di posyandu sehingga harus didatangi kerumah ditimbang ditempat (swiping).
Camat Tabunganen yang menyerahkan uang tunai hasil pengumpulan uang dari bapak ibu asuh anak stunting yang dibagikan ke desa-desa dengan angka stunting tinggi. Kemudian di Kecamatan Kuripan, sekda apresiasi seluruh kepala desa yang melaksanakan rembug stunting hingga tingkat desa dengan dibuktikan adanya berita acara.
Setelah menyerahkan apresiasi, Pj Bupati Mujiyat menyampaikan kepada ketua TPPS Sekda Batola yang berhasil mengomandoi TPPS sehingga berhasil menurunkan prevalensi stunting. Disebutkannya percepatan penurunan stunting bisa terealisasikan dengan prestasi yang membanggakan melalui kolaborasi.
“Kenapa kita punya tagline BISA. Itu adalah spirit yang kita rasakan. Tidak ada pekerjaan yang sulit ketika kita kerjakan Bersama-sama. Hari ini batola bergerak cepat, berkolaborasi hingga menurunkan angka stunting, angka yang penuh perjuangan dan saya berikan apresiasi setinggi-tingginya ke Pak Sekda yang berhasil,” ujarnya berapi-api.
Pihaknya berharap, momen ini menjadi prestasi Bersama awal dari pembangunan Indonesia emas.
“Selamat kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting Batola,” tutupnya. (Rls)
Baca Juga : Pemkab Balangan Melalui Dinas PUPR Siapkan Program Bedah Rumah, Kuota 780 Buah
Editor : Hasby







