Sementara itu, Presiden The Fed New York John Williams mengatakan, berita positif seputar pendinginan inflasi tidak cukup untuk mendorong bank sentral AS memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar memperkirakan sekitar 68% kemungkinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September.
“Dolar AS yang lebih lemah, penurunan imbal hasil obligasi AS, serta meningkatnya ketegangan geopolitik memberikan dukungan terhadap emas selama seminggu terakhir dan kami memperkirakan harga emas akan tetap di atas US$ 2.250 per ons dalam beberapa bulan mendatang,” papar unit analisis Fitch Solutions BMI mengatakan dalam sebuah catatan.
Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu perak spot turun 0,2% menjadi US$ 29,63 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak Februari 2021 di awal sesi.
Palladium kehilangan sekitar 2% menjadi US$ 989,62 dan platinum turun 0,3% menjadi US$ 1.060,9 setelah mencapai level tertinggi satu tahun di awal sesi. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi
Berita ini telah tayang di beritasatu.com dengan judul Harga Emas Anjlok Imbas Penguatan Dolar AS







