WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Harga emas anjlok pada perdagangan Kamis (16/5/2024) imbas penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Selain itu, pemangkasan suku bunga The Fed pada 2024 juga menguat di tengah menurunnya angka inflasi AS.
Melansir Reuters Jumat (17/5/2024), harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 2.379,6 per ons setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 19 April di awal sesi.
Harga Emas Naik karena Melandainya Inflasi AS sehingga Berpeluang Turunkan Bunga The Fed
Harga emas naik lebih dari 1% pada Rabu (15/5/2024).
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup terpangkas 0,4% menjadi US$ 2.385,5 per ons.
Baca juga: Bisa Lebih Murah, PSSI Jual Tiket Terusan Laga Timnas vs Irak dan Filipina, Segini Harganya
“Pasar emas mengalami tekanan ambil untung rutin oleh para pedagang berjangka jangka pendek setelah kenaikan baru-baru ini, sementara penguatan indeks dolar AS hari ini juga menambah tekanan tersebut,” kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Dolar AS naik 0,2% terhadap para pesaingnya setelah jatuh ke level terendah multi-bulan di sesi sebelumnya setelah data menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) AS pada naik kurang dari perkiraan.
Dolar AS yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.







