Raup Keuntungan Rp 12,8 Triliun, Film Michael Berpotensi Jadi Biopik Musik Terlaris Sepanjang Masa
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Film biopik Michael terus menunjukkan performa impresif di perfilman box office mancanegara.
Film bergenre musikal ini mengangkat kisah hidup megabintang Michael Jackson.
Sejak ditayangkan di bioskop pada 24 April 2026 hingga 25 Mei lalu, film Michael telah meraup pendapatan sebesar 788 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,8 triliun secara global.
Dalam akhir pekan terbaru, Michael menambah pemasukan Rp 464,5 miliar dari pasar internasional.
Secara keseluruhan, film tersebut telah mengumpulkan Rp 7,63 triliun dari luar Amerika Utara dan Rp 5,20 triliun dari pasar domestik Amerika Serikat.
Menariknya, film ini masih belum tayang di Jepang, salah satu pasar terbesar untuk musik Michael Jackson.
Karena itu, banyak analis memprediksi Michael berpotensi melampaui pendapatan Bohemian Rhapsody yang mencapai Rp 14,85 triliun dan menjadi film biopik musikal terlaris sepanjang masa.
Sementara itu, film sekuel The Devil Wears Prada 2 juga mencatat pencapaian besar.
Bersaing dengan The Devil Wears Prada 2 Hingga The Mandalorian and Grogu
Memasuki pekan keempat penayangannya, film The Devil Wears Prada 2 sukses melewati angka Rp 9,78 triliun di box office global, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (30/5/2026).
Pada akhir pekan ini, The Devil Wears Prada 2 memperoleh tambahan 21 juta dollar AS dari pasar internasional.
BACA JUGA: Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Raup Lebih dari 200.000 Penonton di Hari Pertama Tayang
BACA JUGA: Dijadwalkan Tayang Juli 2026, Film Korea Termahal “Hope” Sedang Tahap Akhir Produksi
Film produksi Disney itu meraih hampir 200 juta dollar AS di Amerika Utara dan 408 juta dollar AS dari pasar internasional, menandakan popularitasnya yang kuat di luar negeri.
Di sisi lain, perhatian pecinta film juga tertuju pada debut The Mandalorian and Grogu, spin-off terbaru franchise Star Wars dari Disney.
Film yang disutradarai Jon Favreau itu membuka penayangan dengan pendapatan Rp 1,04 triliun dari 51 wilayah internasional.
Inggris menjadi pasar terbesar dengan 7,1 juta dollar AS, disusul Jerman 6,5 juta dollar AS, China 5,3 juta dollar AS, dan Jepang 4,9 juta dollar AS.