Ganjar Pilih Oposisi, Demokrat: Bukannya Oposisi itu Parpol, Bukan Perorangan?
Herman menjelaskan, sikap oposisi atau koalisi itu seharusnya merupakan keputusan partai politik, bukan perorangan. Namun itupun juga tergantung siapa yang terpilih, apakah mau mengajak atau tidak seseorang bergabung bersama koalisi.
"Bagi partai politik apakah oposisi dan atau pendukung pemerintah adalah pilihan. Namun juga sangat tergantung kepada presiden terpilih, apakah diajak bergabung atau tidak," katanya seperti dikutip Wartabanjar.com.
Sebelumnya, Ganjar memastikan dirinya tak akan menjadi bagian dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Kepastian itu menyusul kekalahannya dalam Pilpres 2024.
Baca juga: Petugas Damkar Kota Banjarmasin Cari Buaya di Gang Seribu Tujuh
Ganjar mendeklarasikan akan berada di luar pemerintahan presiden-wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dirinya juga mengaku pernah mendapat tawaran dari pihak Prabowo-Gibran untuk menempati posisi menteri.
Ganjar menyebut dirinya akan melakukan kontrol dengan cara yang baik dan benar.
“Saya sangat menghormati pemerintahan ini, dan kami akan melakukan kontrol dengan cara yang benar,” kata Ganjar.
Baca juga: Shin Tae Yong Khawatirkan Adaptasi Cuaca Pemain Timnas U-23 Indonesia Jelang Kontra Guinea
Sayangnya, usai pernyataan Ganjar yang mengaku mendapat tawaran menteri, baik Gibran maupun Tim Kemenangan Nasional Prabowo-Gibran spontan membantahnya. Mereka mengaku belum menawarkan posisi tertentu kepada Ganjar. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko