Baru Dukung Prabowo, Surya Paloh Malu-Malu Minta Jatah Menteri
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengaku malu-malu untuk meminta jatah menteri kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. Hal itu menyusul dukungannya untuk Prabowo, setelah capres dukungannya Anies Baswedan gagal melampaui perolehan suaranya di Pilres 2024 lalu.
Surya Paloh memang telah menyampaikan secara resmi dukungan untuk pemerintahan terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dirinya juga mengaku bersahabat sejak lama dengan Prabowo.
Namun untuk meminta jatah menteri bos Metro TV itu mengaku malu-malu kepada Prabowo.
"(Iya) Sahabat. Ya (minta) kan ada perasaan sungkan-sungkan juga kan ha-ha-ha," kata Paloh kepada wartawan di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Nasdem, Jakarta, Kamis (02/05/2024).
Baca juga: Tandatangani MoU Dengan ULM, Menteri Bahlil Motivasi Kewirausahaan ke Mahasiswa
Paloh juga belum melakukan pembahasan perihal jatah kursi menteri dengan Prabowo. Dia menegaskan, saat ini belum ada kepastian apakah akan ada pembahasan mengenai hal tersebut.
"(Pembahasan) Belum. Kita belum tahu, memang yang punya otoritas untuk itu kan kalian tahu," tuturnya seperti dikutip Wartabanjar.com.
Sebelumnya, Partai NasDem resmi memberi dukungan kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden-wakil presiden terpilih. Surya Paloh mengaku dukungannya itu dilakukan dengan spirit, semangat, keikhlasan hati dan berjiwa besar untuk pemerintahan baru Prabowo-Gibran.
Baca juga: Ini Fokus Shin Tae-yong di Laga Timnas Indonesia U-23 vs Irak
Karena sebelumnya, Partai Nasdem bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) percaya diri jika capresnya Anies Baswedan dan wakilnya Muhaimin Iskandar bakal unggul dari Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Sayangnya, pasangan Anies-Muhaimin hanya menempati perolehan suara terbanyak kedua dengan jumlah suara 24,95 persen.
Sedangkan paslon Prabowo-Gibran memuncaki perolehan suara dengan 58,59 persen. Parahnya, perolehan suara paslon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD justru terpuruk di 16,47 persen meski didukung partai dengan suara tertinggi PDI Perjuangan sebanyak 25.387.279 suara. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko