Dikatakan Tjandra penyebab HFMD adalah enterovirus, termasuk coxsackievirus A16, EV 71 dan echovirus.

"Memang pada kejadian amat sangat jarang, HFMD akibat EV 71 juga dapat menyebabkan meningitis dan bahkan encephalitis. Infeksi EV 71 bermula dari saluran cerna yang kemudian menimbulkan gangguan neurologik. Selain itu, HFMD akibat coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan meningitis," katanya.

Bukan sariawan biasa

Gejala HFMD biasanya demam disertai sariwan. Dokter spesialis anak Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo Sp.A(K) mengatakan flu singapura berbeda dengan sariawan biasa meskipun sama-sama menyebabkan lesi di mulut.

“Sariawan biasa hanya di mulut, wujudnya hampir sama, maka kadang-kadang orang tua ke dokter anaknya nggak mau makan pas dilihat karena ada lesinya di mulutnya,” kata Edi dalam diskusi daring, Selasa, 2 April 2024.

Lesi di mulut pada HFMD sama seperti sariawan yang juga dapat menyebabkan anak malas makan dan kesulitan menelan. Lesi dan lentingan juga bisa muncul di sekitar mulut bagian luar dan bibir.

Selain sariawan, penyakit lain yang juga kerap disamakan dengan Flu Singapura adalah cacar air dan campak. Namun Edi menegaskan bahwa keduanya berbeda dengan Flu Singapura dilihat dari lokasi munculnya lesi.

Baca juga: Gerhana Matahari Total Terjadi Pada 8 April, Kapan dan Dimana Bisa Menyaksikannya?

“Cacar air, lesinya di badan baru keluar, lesi lentingan tepi kulitnya merah kalau Flu Singapura tidak, dari lokasinya Flu Singapura paling sering di telapak kaki, telapak tangan dan mulut, kalau cacar jarang di telapak tangan,” jelasnya.

Lesi atau luka pada kulit akibat lentingan pada kasus penyakit cacar bisa membekas pada kulit, namun pada Flu Singapura, lesi akan hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan bekas.

Hal ini karena lesi lentingan pada Flu Singapura tidak sedalam cacar yang bisa menembus hingga lapisan kedua jaringan kulit.

Berita Sebelumnya Wooww... Mobil Tersangka Kasus Rp 271 Trilyun, Harvey Moeis Sampai Segini Harganya
Berita Selanjutnya Pesan Kapolri ke Pemudik: Jaga Keselamatan Guna Cegah Kecelakaan Jatim