Bohong Kalau Kalimantan Bebas Gempa Bumi, Sepekan ini Digoyang 11 Kali
Ukuran Huruf:
Tak selesai di situ, gempa Magnitudo 3.3 terjadi pada Rabu (27/03/2024) pukul 11.34 WIB. Lokasinya berada di 3.99 LS,114.72 BT bagian Darat, 66 km Selatan Martapura Kalimantan Selatan kedalaman 10 km. Kemudian gempa Magnitudo 3.2 terjadi 15 menit kemudian di Lokasi 3.89 LS,115.23 BT bagian Laut, 89 km Tenggara Martapura Kalimantan Selatan kedalaman 10 km. Lalu gempa Magnitudo 3.1 terulang pukul 15.39 WIB di Lokasi 3.21 LS,116.39 BT bagian Laut, 17 km Timur Kotabaru Kalimantan Selatan di kedalaman 22 km.
Dan terakhir gempa Magnitudo 3.3 terjadi keesokan harinya pada Kamis (28/03/2024) pukul 09.28 WIB di Lokasi 3.66 LS,116.15 BT bagian Darat, 68 km Tenggara Tanah Bumbu Kalimantan Selatan kedalaman 6 km.
Petugas BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik ketika terjadi gempa. Masyarakat juga dihimbau melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat jika terjadi kerusakan akibat gempa.
Nampaknya masyarakat telah salah mempersepsikan pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 2019 lalu. Presiden Jokowi kala itu mengumumkan ibu kota negara akan pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Presiden kala itu menyebut, lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Beberapa alasan dipilihnya dua lokasi ini menurut Presiden karena minimnya resiko bencana alam, bukan bebas dari bencana alam.
Baca juga: Tips Mudik Lebaran Aman saat Hadapi Cuaca Ekstrem
“Pertama, risiko bencana alam minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor.” kata Presiden kala itu.
Alasan lainnya adalah lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia. Lokasi itu juga berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Serta alasan terakhir adalah sudah ada infrastrukturnya.
"Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap," ujar Jokowi. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko