Yang kedua, dengan mendukung salah satu calon yang digadang-gadang menjadi calon ketua umum Golkar. Misalnya Bahlil Lahadalia atau Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Airlangga Hartarto yang kini menjadi ketua umum Partai Golkar bukanlah figur yang didukung Jokowi,” ungkapnya dilansir Inilah.com.
Pasalnya, sebagai figur senior di Partai Golkar, Jokowi agak lebih sulit mengatur Airlangga jika dirinya tidak lagi menjadi presiden.
Selanjutnya, penguasaan Partai Golkar justru akan menjadi penentu dominasi politik Jokowi atas Prabowo.
Sebab, jika mampu menguasai Golkar, maka Jokowi dapat dipastikan sudah menguasai hampir setengah jalan untuk mengintervensi dan mempengaruhi kekuasaan Prabowo-Gibran. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







