WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kebakaran permukiman penduduk di bantaran Sungai Kuranji, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, di bulan suci Ramadhan 1445 H menyisakan duka bagi para korban. Bagaimana tidak, baru sepekan puasa, puluhan jiwa ditimpa musibah yang tak pernah mereka inginkan. Kehilangan harta benda hingga rumah karena ludes dimakan api adalah mimpi buruk. Salah seorang warga, Ahmad menceritakan kondisinya pasca kebakaran yang menghanguskan rumahnya tersebut. "Saya mengungsi di gedung TK," katanya singkat dengan mata berkaca-kaca pada Senin (18/3/2024). Baca juga: Pemko Banjarbaru Akan Merelokasi Korban Kebakaran di Cempaka Ia sekeluarga berjumlah 10 orang itu harus tidur dengan alas kain di sebuah TK yang saat ini sedang libur. "Saya sangat berduka, apalagi ini bulan puasa. Saya tidak menyangka diuji seperti ini, semoga Allah memberkahi hidup saya dan keluarga," lirih Ahmad. Urusan makan, saat ini ia dan keluarga hanya berharap dari dapur umum Dinas Sosial Kota Banjarbaru dan dapur umum yang dibuat para tetangga setempat. "Untuk makan sahur dan berbuka, Alhamdulillah ada aja, yang penting bisa makan sahur dan buka," ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan Ketua RT 023, Khairullah. Ia juga menjelaskan untuk konsumsi para warga terdampak sejauh ini masih aman. "Alhamdulillah di hari kedua ini masih aman, karena kita punya dapur dari Dinsos Banjarbaru," jelasnya. Ia juga berharap dapur tanggap darurat dari Dinsos Banjarbaru bisa beroperasi lebih lama mengingat banyak warga terdampak yang tidak bisa memasak sendiri. "Kalau mereka mau masak ya pastinya mereka tidak bisa dengan alasan alat-alatnya sudah tidak ada," tambah Khairullah. Disinggung soal titik pengungsian, Khairullah menjelaskan terdapat beberapa titik. Namun, kebanyakan dari mereka ditampung oleh sanak saudaranya di daerah lain. "Ada yang di tempat saudaranya, ada juga yang menumpang di rumah tetangga yang lebih besar atau di musholla dan TK," jelas Khairullah. (nurul octaviani) Editor: Erna Djedi