Kisah di Balik Masjid Abuya: Bani Al Ahdal – Gunung Ronggeng

Menurutnya, sebelum banyak penduduk bermukim di daerah tersebut, sering terdengar suara-suara gaib seperti acara ronggeng tradisional di sekitaran puncak gunung. Suara-suara itu kerap terdengar, terutama saat malam Jumat tiba.

“Itulah kenapa masyarakat sekitar sini pada akhirnya menamakan Gunung Ronggeng,” tuturnya.

Namun, setelah Masjid Bani Al Ahdal muncul dan menjadi pusat aktifitas, suara-suara misterius tersebut menghilang tanpa jejak, Wallahu a’lam. Sejak itulah masyarakat menganggap masjid ini bukan sembarang masjid, melainkan memiliki karomah tertentu.

Saat ini, Masjid Bani Al Ahdal menjadi tempat utama bagi masyarakat setempat untuk melaksanakan ibadah, terutama di bulan Ramadan. Selain itu, masjid ini juga menjadi tempat berkumpul untuk kegiatan kajian dan pembelajaran agama yang dipimpin oleh KH. Ahmad Rifani pengajar pondok Darussalam Martapura.

Dengan demikian, Masjid Abuya: Bani Al Ahdal tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga merupakan simbol kesatuan dan keberagaman spiritualitas di tengah-tengah masyarakat. (Kamarullah)

Editor: Sidik Purwoko