Kisah di Balik Masjid Abuya: Bani Al Ahdal – Gunung Ronggeng

WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Masjid Abuya: Bani Al Ahdal, yang berada kawasan Gunung Ronggeng, tepatnya di Kelurahan Sungai Paring, bisa dibilang bukan sembarang masjid. Tempat ibadah yang satu ini, telah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang juga melahirkan kisah-kisah menarik.

Dari penelusuran Wartabanjar.com, Masjid Abuya: Bani Al Ahdal didirikan pada tahun 1998 oleh Habib Muhammad bin Ibrahim Al Ahdal, salah seorang ulama penyebar Islam di wilayah tersebut. Namanya cukup disegani sebagai keturunan Nabi. Masjid ini menjadi saksi bisu perjuangan beliau dalam syiar Islam di sana.

Untuk membangun Masjid Abuya: Bani Al Ahdal itu, Habib Muhammad tak segan-segan merogoh kocek sendiri ketika tahun 1998 adalah masa-masa Indonesia mengalami krisis ekonomi. Sayangnya, beliau telah berpulang sebelum pembangunan masjid itu selesai.

Pembangunan masjid akhirnya dilanjutkan oleh KH. Zaini bin Abdul Ghani, yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul. Pada masa inilah pembangunan masjid ini menjadi tonggak penting dalam kehidupan masyarakat sekitar.

“Bahkan, kedua putra Abah Guru Sekumpul seringkali melaksanakan sholat Jumat berjamaah di masjid ini, menjadikannya tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan dan spiritualitas,” ujar H. Irdiansyah pengurus mesjid Bani Al Ahdal.

Baca juga: Memprihatinkan! Ramadhan di Gaza Ribuan Staf Medis Tidak Ada Makanan Untuk Sahur dan Berbuka

Menariknya, kawasan sekitar Gunung Ronggeng ini memiliki kisah-kisah yang penuh misteri. Mujadid, seorang tokoh masyarakat setempat menceritakan asal muasal kenapa dserah tersebut dinamakan Gunung Ronggeng.