Pria Paruh Baya Diduga Cabuli Bocah SD di Banjarmasin Utara, Pelaku Dikabarkan Kabur
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang anak perempuan yang maasih dibawah umur, diduga kembali terjadi di Kota Banjarmasin.
Kejadian tersebut, menimpa seorang siswi kelas empat Sekolah Dasar (SD) Kota Banjarmasin, berinisial AU warga Kecamatan Banjarmasin Utara.
Informasi dihimpun, korban pemerkosaan oleh seorang pria paruh baya berusia 50 tahun pada Mei tahun 2023 yang lalu.
Kasus tersebut kabarnya juga sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini pelaku belum berhasil diringkus.
Menurut penuturan ibu korban, DA (30), berawal saat dirinya mencari korban, yang mana sejak pulang sekolah hingga sore hari, tak kunjung pulang.
Baca juga: Penjelasan Polres Tabalong Terkait Kronologi Pelajar Tewas Tenggelam di Desa Kitang
“Dicari ke sekolah juga tidak ada, sampai tanya ke temannya kalau sekolah sudah lama telah pulang,” tutur DA.
“Saya juga sempat melapor ke Kepala Sekolah dan diminta untuk menanyakan ke teman sekolahnya yang lain,” sambungnya.
Namun, saat ditanya ke teman korban yang lain juga tidak ada mengetahui keberadaannya.
Hingga beberapa waktu Kemudian, kata DA, ada warga yang mengatakan kalau melihat korban sedang menangis.
Mendengar hal tersebut, lantas DA pun langsung pergi ke lokasi dan mendapati korban yang sedang menangis.
“Saya tanya kenapa menangis dan korban menceritakan semuanya ke saya,” ungkapnya.
Dari situ, DA baru mengetahui jika anaknya tersebut menangis setelah disetubuhi secara paksa oleh pria berinisial CI yang berusia sekitar 50 tahun lebih dan merupakan warga komplek dekat sekolah anaknya itu.
DA pun langsung menghampiri rumah CI, dan mempertanyakan kenapa melakukan hal tercela kepada anaknya yang masih di bawah umur.
Baca juga: Oknum ASN di BNN Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
“Pelaku itu berdiri di samping pintu dan berkata bahwa tidak sengaja melakukannya karena khilaf,” ujarnya.
Kemudian, DA pulang ke rumahnya dengan niat ingin melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke suaminya.
Namun, saat dalam perjalanan pulang DA ketemu dengan keluarganya yaitu pamannya, dan menceritakan kejadian tersebut.
Hal itu sontak, pamannya itu dan juga DA mendatangi kembali ke rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban.
“Tapi pelaku sudah tidak ada lagi di rumahnya,” kata DA.
Dengan emosi yang berkecamuk, AD kemudian melapor kepada warga yang juga anggota kepolisian hingga membuat laporan ke Polresta Banjarmasin.
“Waktu laporan itu, malamnya polisi datang sekitar jam 1 ke lokasi kejadian, tapi sampai saat ini tidak ada lagi pemanggilan,” ucap DA.
Bahkan, DA juga mendapat informasi jika pelaku melakukan perbuatan seperti ini sudah dua kali, dan pelaku kabarnya berada di Kalimantan Tengah.
Kendati demikian, DA berharap pelaku dari kasus ini bisa lekas ditangkap dan mendapatkan dihukum atas perbuatannya tersebut.
“Kami keluarga berharap pelaku bisa lekas ditangkap dan dihukum,” harapnya.
Sementara itu, AU menceritakan, saat itu dirinya sedang mencari uangnya yang hilang, kemudian, bertemu dengan pelaku dan diajak ikut ke rumahnya.
“Saya ditarik ke dalam rumahnya, lalu muka saya ditutup dengan kerudung,” kata AU.
Pasca kejadian tersebut, AU mengaku sempat 1 minggu tidak masuk sekolah lantaran masih takut melewati rumah pelaku.
Hingga sampai saat ini, untuk pergi ke sekolah AU harus pulang pergi diantar oleh orangtuanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas dikonfirmasi kasus ini belum memberikan konfirmasi rinci.
“Saya cek dulu,” ujarnya singkat. (iqnatius aprianus)
Editor: Erna Djedi