“Jadi murninya adalah sekelompok orang yang memanfaatkan situasi ingin masuk ke Indonesia dan mencari kehidupan yang lebih baik,”katanya.
Hal itu juga sudah terbukti dari kejadian baru-baru ini di Aceh Timur, pihaknya mendapati dari 50 pengungsi, 28 diantaranya berkewarganegaraan Bangladesh, bahkan tiga orang memiliki pasport.
“Karena ini kejahatan terorganisir dan itu telah kita buktikan di wilayah Aceh Timur, 50 orang yang masuk itu 28 orang warga bangladesh, tiga orang memiliki pasport, 25 orang diketahui berdasarkan hasil interogasi dan wawancara kita terhadap para pelaku,” pungkasnya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







