Presiden Jokowi: Diduga Ada Tindak Pindana Perdagangan Orang di Balik Pengungsian Rohingya ke Indonesia
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Terkait kian banyaknya pengungsi asal Rohingya yang ke Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya.
Menurut Presiden Jokowi, mengutip media sosial beliau, Jumat (8/12/2023) malam, Pemerintah Indonesia menduga ada tindak pidana pedagangan orang (TPPO) di balik ini.
Sementara ini, Pemerintah Indonesia akan tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Rohingya tersebut, berkoordinasi dengan lembaga internasional penanganan pengungsi, sembari mengusut adanya TPPO di balik persoalan ini.
Banyak rakyat Indonesia menolak kedatangan mereka karena dinilai membebani dan menyusahkan pribumi. Para pengungsi ini dinilai sengaja mendamparkan diri ke Indonesia untuk menetap di sini, bahkan hingga meminta hak berupa tanah di Indonesia. Hal ini membuat rakyat geram, khususnya warga Aceh yang kampung didatangi para pengungsi ini. Hingga hari ini, berdasarkan data kemarin Kamis (7/12/2023), jumlah pengungsi Rohingya yang sudah tiba di Indonesia adalah 1.478 orang.View this post on Instagram
Sementara itu, data dari UNHCR (Badan Pengungsi PBB) dalam rilisnya pada Sabtu (2/12/2023) akan ada lagi sekitar 400 orang Rohingnya menuju Indonesia melalui laut.
Mereka menerima laporan dua kapal yang berisi sekitar 400 orang tersebut mengalami kerusakan mesin dan hanyut tanpa tujuan di Laut Andaman.
UNHCR menerima laporan situasi darurat itu dari berbagai sumber.
"Jika digabungkan kedua perahuitu membawa sekitar 400 orang," demikian rilis resmi UNHCR.
UNHCR lantas mendesak semua negara di dekat kawasan Laut Andaman untuk bertindak menyelamatkan pengungsi Rohingya ini.
Mereka juga menyebut kondisi cuaca beberapa hari ke depan turut mengkhawatirkan para pengungsi ini. (yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu