WARTABANJAR.COM, SIDOARJO - Pihak keluarga menerima kematian Bernadette Caroline Angelica Harianto, mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) yang ditemukan tewas di dalam mobil Honda Jazz pada Minggu (5/11/2023) lalu. Keluarga memastikan mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair itu, meninggal karena bunuh diri bukan pembunuhan. "Perlu saya jernihkan, beberapa berita pers menyebut seolah-olah meninggal karena pembunuhan dan lain sebagainya. Itu tidak betul. Sebenarnya dia meninggalkan dua carik surat yang isinya berpamitan dan mohon maaf," kata ayah Bernadette, Gunawan Sakari Mulya, ditemui di persemayaman Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (6/11/2023). Baca juga: Klinik Pratama Polresta Banjarmasin Raih Sertifikat Akreditasi Gunawan mengatakan, pihaknya sudah memastikan bahwa dua carik surat itu memang benar milik anak perempuannya. Bersama pihak kepolisian, ia memastikan kesamaan penulisan pada surat itu dengan riwayat penulisan milik Bernadette. Menurut dia, Bernadette merupakan sosok anak dikenal pendiam dan tertutup di kalangan keluarga maupun lingkungan. Selama ini, Bernadette tinggal di sebuah apartemen. Ia adalah mahasiswi Unair. Sesekali, Bernadette pulang ke Kediri untuk berkunjung ke keluarga dan membantu usaha toko yang berada di Jalan Dhoho, Kota Kediri. Gunawan menyebut, alasan putrinya melakukan bunuh diri karena kelelahan. "Bernadette terlalu capek. Soalnya, aktivitas perkuliahannya ke Kediri-Surabaya, kadang membantu usaha toko. Kemudian harus meneruskan koas di Unair," pungkasnya. Seusai ditemukan tewas di dalam mobil di halaman parkir apartemen Royal Bisnis Tambak Oso, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11/2023) sore. Jenazah Bernadette tiba di persemayaman Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti, Kota Kediri, sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (5/11/2023). Keluarga mengaku masih perlu menunggu rapat keluarga untuk menentukan hari pemakaman Bernadette. (berbagai sumber) Editor: Erna Djedi