WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Beredar banyak akun diduga geng motor Banjarmasin memperlihatkan aksi kekerasan. Usai penangkapan 10 pelaku penganiayaan diduga geng motor Banjarmasin, diketahui sekelompok remaja ini tergabung dalam beberapa kelompok. Masing-masing memiliki akun yang ditandai dengan nama awal kampoeng. Salah satu akun, kampoeng.sejahtera bahkan mengumumkan rencana aksinya malam ini. “Malam ini rute KURIPAN , PEKAPURAN, KAMPUNG MELAYU, MANGGIS.” “JAGAIN KAMPUNG KALIAN YAALIAT AKSI KAMI MALAM INI GAK PERLU LIVE KITA MAIN BERSIH AJAA.” Baca Juga Polisi Tangkap Pelaku Penusukan di Jalan Tembus Mantuil Akun ini pula memperlihatkan aksi kekerasan penganiayaan seorang remaja di pinggir jalan. Tampak seorang remaja ditendang dan dipukuli beberapa orang di tepian jalan. Sementara kelompok lainnya hanya mengabadikan melalui kamera hape. Momen lainnya memperlihatkan konvoi dengan membawa parang di jalanan. Aksi akun ini juga dibagikan akun kampoeng.banjaraya. Terdapat pula akun gangster.tengah yang memperlihatkan konvoi dengan membawa parang di jalanan. Sebelumnya ada dua akun diduga geng motor yang terindikasi masuk dalam konvoi yang melukai tiga korban beberapa waktu lalu, Senin (23/10). Yakni Sudimampir Mistery diduga berasal dari kawasan Jalan Sudimampir, Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. Kemudian Kampoeng Utara 5 yang berasal dari kawasan Kelurahan Sungai Andai Kota Banjarmasin. Sebelumnya Satreskrim Polresta Banjarmasin berhasil mengamankan sejumlah remaja anggota geng motor yang meresahkan warga Kota Banjarmasin, Minggu (22/10/2023) malam. Penangkapan mereka terjadi kurang dari 24 jam oleh tim gabungan terdiri dari Resmob Polda Kalsel, Timsus Sat Intel Resta Banjarmasin, Buser Sek Barat & Buser Sek Timur. Aksi perkelahian geng motor terjadi di Jalan Pengambangan Banjarmasin, tepatnya di kawasan RT 6 Kampung Kembang, Kecamatan Banjarmasin Timur, pada Minggu (22/10) malam dini hari. Ketua Rt 06, Iwan mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 02.00 Wita. “Iya benar, warga kami dari anggota pemadam BPK Kembang Berenteng, yang diserang itu,” ujar Ketua Rt. Lebih lanjut, Iwan menuturkan, pihaknya juga tidak mengenali para pelaku, dan juga motif dari pelaku yang menyerang warganya itu. “Mereka datang menaiki motor dengan cara konvoi dan membawa senjata tajam (Sajam). Warga tidak tahu apa-apa, dan langsung diserang,” tutur Iwan. Iwan mengungkapkan, akibat kejadian tersebut ada tiga warganya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Korban mengalami luka sabetan di bagian lengan, badan, punggung, dan di jari,” ungkap Iwan.(muhammad ahdianoor/iqnatius) Editor Restu