WARTABANJAR.COM, KOTA GAZA - Brigade Qassam Hamas telah merilis sebuah video yang menunjukkan pembebasan seorang sandera wanita dan dua anak. Rekaman yang ditayangkan di Al Jazeera pada Rabu malam diambil dari jarak jauh, memperlihatkan wanita tak dikenal dan anak-anak dari belakang. Orang-orang tersebut, yang diperkirakan merupakan pejuang Hamas, terlihat berjalan pergi setelah meninggalkan mereka di area terbuka dekat pagar, yang mungkin merupakan perbatasan antara Israel dan Gaza. Tidak jelas kapan video itu diambil. Pihak berwenang Israel belum mengomentari video tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Brigade Qassem, sayap bersenjata Hamas, mengatakan wanita tersebut adalah warga negara Israel. “Seorang pemukim Israel dan dua anaknya dibebaskan setelah mereka ditahan selama bentrokan,” kata pernyataan itu, menurut laporan kantor berita AFP. Pihak militer Israel yang dihubungi mengatakan, sedang memeriksa kebenaran klaim kelompok Hamas tersebut. Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Tersangka Korupsi Kementan, Diumumkan Wakil Ketua KPK “Seorang warga Israel dan dua anaknya dibebaskan setelah mereka ditahan selama bentrokan,” demikian pengumuman dari Brigade Ezzedine al-Qassem, sayap bersenjata Hamas. Rekaman video yang ditayangkan jaringan televisi Hamas Al-Aqsa menunjukkan, seorang wanita berkemeja biru bersama dua anaknya di area kawat berduri yang tampaknya berada di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza. Rekaman tersebut juga memperlihatkan, tiga anggota Hamas terlihat berjalan pergi meninggalkannya. Rekaman tersebut tidak menunjukkan adanya personel militer Israel yang menerima ketiganya, dan video itu tampaknya direkam di siang hari. AFP belum dapat memverifikasi keaslian rekaman itu. Namun, saluran televisi Israel menolak klaim Hamas, dengan mengatakan wanita dan kedua anak tersebut tidak pernah dibawa ke Jalur Gaza oleh pejuang Hamas. Saluran tersebut mengidentifikasi wanita tersebut sebagai Avital Aladjem, yang dalam wawancara mengaku, dia telah dibawa secara paksa oleh militan Hamas bersama dengan dua anaknya ke daerah perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza. Dia kemudian mengatakan, sekelompok anggota Hamas kemudian melepaskannya bersama anak-anaknya. Menurut pejabat Israel, sekitar 150 orang disandera oleh Hamas selama serangan mendadak pada Sabtu. Sejauh ini belum ada pembebasan secara resmi sandera yang ditahan oleh Hamas. (berbagai sumber) Editor: Erna Djedi