Lembaga Falakiyah NU Tetapkan Rabiul Awal pada 17 September

LF PBNU juga mengharapkan jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se–Indonesia bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Rabi’ul Awal 1445 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama khususnya jajaran pengurus di wilayah/cabangnya masing–masing.

Sebagai informasi, data falakiyah mengenal hilal 29 Safar 1445 H yang bertepatan dengan Jumat Wage, 15 September 2023 M menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk untuk seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini terlihat dari data hilal terkecil yang terjadi di Merauke, Provinsi Papua Selatan yang sudah mencapai 2 derajat 30 menit. Di Merauke, elongasi hilal hakikinya 3 derajat 50 menit, sedangkan lama hilal di atas ufuk 11 menit 35 detik.

Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh. Ketinggiannya mencapai 3 derajat 44 menit dengan elongasi hilal hakiki 4 derajat 57 menit, dan lama hilal di atas ufuk 16 menit 07 detik.

Adapun di titik Jakarta dengan markaz Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT), tinggi hilal mencapai 3 derajat 21 menit 51 detik dengan elongasi 4 derajat 37 menit 59 detik dan lama hilal di atas ufuk 15 menit 15 detik.

Sementara ijtima (konjungsi) terjadi pada Jumat Wage 15 September 2023 pukul 08:39:02 WIB. Posisi matahari berada di titik 2 derajat 58 menit 36 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal di posisi 4 derajat 06 menit 43 detik utara titik barat.

Adapun kedudukan hilal berada di titik 1 derajat 31 menit 15 detik utara Matahari dengan keadaan hilal miring ke utara.

Diketahui penghitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas NU.(nu online)

Editor Restu