Balya mengatakan empat orang lainnya telah didakwa berdasarkan undang-undang tersebut sejak undang-undang tersebut diberlakukan dan kliennya adalah orang pertama yang diadili karena homoseksualitas yang diperburuk. Dia menolak mengomentari secara spesifik kasusnya.

Uganda belum mengeksekusi siapa pun selama sekitar 20 tahun, namun hukuman mati belum dihapuskan dan Presiden Yoweri Museveni mengancam pada tahun 2018 untuk melanjutkan eksekusi guna menghentikan gelombang kejahatan.

Pemberlakuan undang-undang tersebut tiga bulan lalu menuai kecaman luas dan ancaman sanksi. Awal bulan ini, Bank Dunia menangguhkan pendanaan publik baru ke Uganda sebagai tanggapan terhadap undang-undang tersebut. (ernawati)

Editor: Erna Djedi