Dugaan TPPU Panji Gumilang Naik ke Penyidikan, Bareskrim Siap Sita Rekening Nilainya Ratusan Miliar
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, terancam terjerat terkait dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hal tersebut didasari peningkatan status penanganan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan setelah dilakukannya gelar perkara.
“Ditemukan bukti permulaan cukup untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan atas perkara,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan kepada wartawan, Rabu (16/8/2023).
Jeratan tindak pidana yang mengancam Panji Gumilang yakni dugaan pencucian uang atau penggelapan serta dugaan korupsi dana BOS.
“Yang pertama tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal yayasan dan tindak pidana penggelapan,” kata Whisnu.
“Yang kedua diputuskan oleh dalam gelar perkara, berkas perkara korupsi dana BOS yang menjadi berkas kedua,” lanjutnya.
Adapun dugaan TPPU tersebut terancam jeratan Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
Sementara untuk jeratan kedua yakni Pasal 70 juncto Pasal 5 Undang-Undang nomor 28 tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 16 tahun 2001 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Bareskrim Polri akan menyita sejumlah rekening dari pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, yang terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Iya (rekening Panji Gumilang akan disita),” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan, Rabu (16/8/2023).
Selain itu, Whisnu melanjutkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) perihal pembekuan rekening.
“Ada saldo dibekukan, nanti setelah ini (penyidikan) kita akan menerima rekening,” ucapnya.
Lebih lanjut, Whisnu menyampaikan bahwa dari triliunan rupiah transaksi di rekening Panji Gumilang, yang dibekukan oleh penyidik yakni ratusan miliar.
“Jadi transaksinya triliunan, yang bisa dibekukan ratusan miliar,” tandasnya. (ernawati)
Editor: Erna Djedi