WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Fakta lain terkait perkelahian warga binaan Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kabupaten Banjar mencuat setelah satu orang dinyatakan tewas.
Menurut Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Wahyu Susetyo, usai ditemukan bersimbah darah, korban sebenarnya masih dalam bernafas atau masih hidup.
“Saat petugas datang ke tempat kejadian, korban masih bernapas,” jelas Wahyu Susetyo.
BACA JUGA: UPDATE Tahanan di Lapas Narkotika Karang Intan Tewas, Kalapas: Asal Senjata Belum Diketahui
Mengetahui kondisi korban masih hidup, petugas melarikannya ke klinik lapas untuk pertolongan pertama. “Karena kondisi luka yang diderita korban cukup parah, maka dirujuk ke rumah sakit,” papar Wahyu Susetyo.
Namun, jelasnya, dalam perjalanan menuju rumah sakit korban meninggal dunia.
Selain masalah itu, Wahyu juga menekankan, dalam kasus tewasnya napi berinisial AM (33), tidak ada unsur pengeroyokan. “Penyebabkan korban meninggal dunia, murni karena perkelahian satu lawan satu dengan pelaku berinisial HRA menggunakan plat besi,” ungkap Wahyu.
Awal permasalahan
Diberitakan sebelumnya, seorang warga binaan Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Karang Intan, meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan sesama napi.
Kalapas Wahyu mengatakan, duel sesama penghuni lapas itu merenggut nyawa korban berinisial AM yang terjadi Senin (7/8/2023) dinihari.
“Korban AM diduga meninggal dunia karena perkelahian dengan pelaku berinisial HRA. Keduanya terlibat perkelahian di dalam kamar tempat mereka menjalani hukuman,” ujar Kalapas.
Motif perkelahian, papar Wahyu, diduga karena korban yang tengah tidur terganggu akibat disenggol pelaku, sehingga keduanya cekcok berujung perkelahian dan korban berusaha menyerang pelaku.
Sebenarnya, kata Wahyu lagi, penghuni lapas lain sempat melerai perkelahian antara korban dan pelaku, namun korban AM yang sudah emosi terus menyerang pelaku hingga akhirnya pelaku HRA menyerang balik korban pakai plat besi.
“Usai perkelahian yang diperkirakan terjadi pukul 03.00 Wita itu, petugas jaga membunyikan alarm tanda gangguan keamanan di lingkungan lapas sehingga personel lain bergerak ke tempat kejadian,” ujar Wahyu.
Beberapa saat kemudian, jelas Wahyu, sejumlah petugas yang mendatangi kamar tempat kejadian mendapati korban bersimbah darah dengan beberapa luka di bagian tubuh, kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Saat ini, ungkap Wahyu, petugas masih menyelidiki asal muasal plat besi yang digunakan pelaku untuk melukai tubuh korban hingga meninggal dunia.
BACA JUGA: Duel Maut Gegara Senggolan, 1 Tahanan Lapas Narkotika Karang Intan Tewas Kena Senjata Rakitan
“Petugas kami masih melakukan penyelidikan bagaimana plat besi itu bisa masuk ke dalam lingkungan lapas karena merupakan barang terlarang sehingga harus dicegah agar tidak terulang,” katanya.
Wahyu mengungkapkan pihak lapas sudah berkoordinasi dengan jajaran Polsek Karang Intan dan Polres Banjar yang menangani kasus itu dan mengamankan pelaku di sel pembinaan untuk proses hukum lebih lanjut.(nurul octaviani)
editor: didik tm
UPDATE Tewasnya Napi di Lapas Narkoba Karang Intan Banjar, Korban Masih Hidup Usai Ditusuk







