Saat Rafael berusia tiga tahun, di daerah asalnya belum ada tempat untuk les vokal. Alhasil Rafael dibawa ke gereja agar bakal menyanyinya bisa berkembang.
“Karena Garut kota kecil nggak ada (tempat les musik), terus temen bokap gue bilang, ‘Ci, bawa ke gereja aja’,” bebernya.
Sering berlatih vokal di gereja, kala itu Rafael Tan pun memutuskan untuk menganut Kristen. Rafael pun sempat merasakan menjalani tiga ibadah berbeda dalam satu hari.
“Gue nggak kepikiran gitu (resah). Gue kayak happy gitu. Pagi-pagi nih gue diajak ke gereja sampai jam 10, terus siang gue diajak ke wihara sama nyokap, nah sorenya gue diajak salat sama papa,” ujarnya.
“Gue bahkan punya sajadah sendiri, peci sendiri, sarung sendiri. Salat barengan sama bokap. Nah siang-siang sembahyang di depan Dewi Kwan Im,” beber Rafael Tan.(aqu/berbagai sumber)
Editor Restu







