WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Perubahan iklim di dunia membuat cuaca tak menentu, khususnya di Kabupaten Banjar.
Hal ini bisa mengakibatkan terganggunya sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian menyosialisasikan dan mengimbau dampak perubahan iklim kekeringan dan kebakaran di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Astambul dan Martapura Barat, Kamis (13/7/2023).
Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian, Imelda Rosanty mengatakan iklim yang berubah merupakan suatu fenomena alam yang ditandai dengan berubahnya pola iklim dunia, mengakibatkan cuaca tidak menentu dan mengakibatkan gangguan terhadap kelangsungan hidup manusia dan tanaman.
“Sektor pertanian adalah sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim karena berpengaruh terhadap pola tanam, waktu tanam, indeks pertanaman, produksi dan kualitas hasil,” ujarnya.













