BPS: Inflasi Kalsel Maret 2026 Terkendali, Secara Nasional Turun ke Peringkat 13

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Maret 2026 tercatat lebih terkendali dari bulan sebelumnya.

Secara nasional, posisi inflasi Kalimantan Selatan turun dari peringkat lima pada Februari menjadi peringkat 13 pada Maret 2026, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin, 7 April 2026.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan penurunan peringkat inflasi tersebut merupakan hasil dari berbagai intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari arahan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang mendorong pelaksanaan berbagai langkah konkret di lapangan, termasuk juga penyelenggaraan pasar murah di seluruh kabupaten/kota.

Selain itu, upaya pengendalian inflasi juga berjalan secara kolaboratif bersama berbagai pihak, mulai dari instansi vertikal hingga organisasi masyarakat.

Di antaranya Polda KalselĀ  Korem, serta organisasi BKOW, turut mendukung pelaksanaan kegiatan stabilisasi harga.

Rencananyanya, katanya, kegiatan pasar murah akan berlangsung kembali pada awal Mei 2026 sebagai bagian dari strategi lanjutan menekan inflasi, melibatkan dinas perdagangan dan sejumlah perangkat daerah lainnya seperti dinas pertanian, dinas perkebunan, dinas keluatan dan perikanan, serta Bulog Kalimantan Selatan.

Meski secara umum inflasi Kalsel mulai terkendali, terdapat lima kabupaten dan kota yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.