“Kelima wilayah itu adalah Banjarmasin, Kotabaru, Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, dan Tabalong,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab inflasi di beberapa daerah tersebut adalah harga bahan pokok yang masih relatif tinggi dibandingkan wilayah lain.
Contohnya harga gula pasir yang seharusnya berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, namun di Kotabaru ditemukan dijual hingga Rp20.000.
Begitu pula harga cabai rawit yang di beberapa daerah telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah akan terus menggencarkan gerakan pasar murah di seluruh kabupaten dan kota sebagai langkah stabilisasi harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Kami menargetkan posisi inflasi daerah dapat terus membaik hingga berada di kelompok separuh terbaik secara nasional dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







