WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- PT. Air Minum (PAM) Bandarmasih mulai mengantisipasi ancaman fenomena El Nino Godzilla.

Potensi kemarau panjang itu diprediksi mulai terjadi Mei nanti.

Sebagai langkah antisipasi, PAM Bandarmasih menyiapkan skema darurat guna mencegah krisis air bersih di Kota Banjarmasin.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi dari hulu hingga hilir, terutama pada sumber air baku yang berisiko terdampak intrusi air laut.

Salah satu titik rawan berada di intake Sungai Bilu yang berpotensi mengalami peningkatan kadar garam saat kemarau panjang.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami menyiapkan dua strategi utama,” ujarnya.

Pertama adalah melakukan pencampuran (mixing) air baku antara Sungai Bilu dan Sungai Martapura guna menjaga kualitas air tetap sesuai standar.

Kedua, memanfaatkan pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 yang bersumber dari Irigasi Riam Kanan.

Zulbadi menjelaskan, dikutip Sabtu (18/4/2026), apabila kadar garam melebihi ambang batas sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, maka metode pencampuran akan jadi solusi agar air tetap layak dan bisa terdistribusikan kepada masyarakat.

Meski demikian, PAM Bandarmasih juga menyiapkan skenario terburuk.

Pihaknya berkaca pada kemarau ekstrem 2015 lalu dimana kala itu distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.

Jika diperlukan dan pengolahan air tidak berjalan optimal, maka langkah ini akan dilakukan.

“Kami berupaya maksimal agar pengolahan tetap normal, namun jika kondisi ekstrem terjadi, distribusi dengan tangki akan menjadi opsi,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat diharapkan bisa menggunakan air secara bijak dan menyiapkan tandon sebagai cadangan di rumah.

“Kami juga siap mendistribusikan air bersih melalui mobil tangki bekerja sama dengan RT setempat,” tambahnya.

Pihaknya berharap kondisi El Nino tidak seburuk prediksi.

Namun kewaspadaan tetap ditingkatkan agar krisis air bersih tidak kembali terjadi di Banjarmasin saat kemarau panjang. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu