El Nino Godzilla Bikin Cuaca Panas Makin Ekstrem, BPBD Kota Banjarmasin Peringatkan Waspada Kemarau Panjang 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin belum lama ini mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena El Nino “Godzilla.”
El Nino Godzilla ini diprediksi akan mulai Mei 2026 nanti, dikabarkan bakal menjadikan musim kemarau ekstrem tahun ini, yaitu lebih panjang, lebih kering, dan lebih panas dari biasanya.
Pemko Banjarmasin mengimbau warga agar tidak lengah, karena dampaknya berpotensi jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Tambrin, menyebut prediksi tersebut mengacu pada data BMKG yang memperkirakan seluruh wilayah Indonesia akan mengalami kemarau ekstrem, termasuk Banjarmasin.
“Tahun 2026 ini berbeda. Kemaraunya prediksinya lebih panjang dan lebih kering. Kita harus waspada sejak dini,” tegas Husni, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Husni juga menyampaikan meski sebagai kota tanpa kawasan hutan luas, Banjarmasin tetap berada dalam risiko tinggi kebakaran lahan kering.
Belajar dari 2023, tercatat 41 titik kebakaran lahan terjadi di kota ini.
Ironisnya, sebagian besarnya akibat kebiasaan warga membakar sampah yang kemudian merembet ke ilalang kering sehingga terjadilah kebakaran.
Hal ini bahkan bisa memicu terjadinya kabut asap yang berbahaya untuk pernafasan.
BPBD mengidentifikasi dua wilayah paling rawan, yakni Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara.
Kedua kawasan ini memiliki lahan terbuka dengan vegetasi kering yang sangat mudah terbakar saat kemarau.
Tak hanya kebakaran, ancaman lain yang mengintai adalah krisis air bersih.
Kondisi sungai sebagai sumber air baku berpotensi berubah menjadi lebih asin akibat intrusi air laut saat debit air menurun drastis.
“Kalau air sungai menjadi asin, ini bisa berdampak serius. Karena itu masyarakat harus mulai berhemat dan menyiapkan cadangan air seperti tandon,” ujar Husni.
Puncak Kemarau Ekstrem Diprediksi Agustus
BPBD memprediksi musim kemarau mulai terasa sejak Mei, puncaknya pada Agustus 2026 nanti.
Periode ini disebut paling rawan memicu bencana.
Menghadapi situasi ini, BPBD mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.
Layanan darurat 112 akan siaga 24 jam untuk merespons cepat setiap potensi kebakaran.