Klinik Kesehatan Haji Makkah Beroperasi 24 Jam

Lebih lanjut dr. Netty menyampaikan banyak menemui kasus trauma atau cedera yang dialami oleh jemaah haji lansia. Kasus trauma yang ditemui banyak terjadi pada jemaah Lansia saat melakukan ibadah yaitu sai dan tawaf.

Kemungkinan Lansia cenderung mudah lelah sehingga mudah terjatuh dan terpeleset. Hal ini menjadi perhatian tenaga kesehatan bahwa tidak hanya penyakit komorbid yang perlu diwaspadai pada jemaah haji Lansia.

“Namun juga penyakit yang bisa ditimbulkan dari aktivitas seperti trauma atau cedera,” kata dr. Netty.

Beberapa penyakit yang ditemui di IGD KKHI Makkah dipicu beberapa faktor seperti cuaca panas ekstrim hingga mencapai 46 derajat celsius di mana sangat berbeda dengan cuaca di Indonesia.

Selanjutnya aktivitas fisik yang berlebihan dan melewati batas kemampuan dari para jemaah haji. Keinginan besar untuk beraktifitas namun cuaca tidak mendukung.

Berdasarkan pengalamannya, dr. Netty pernah mendapati jemaah haji dirujuk ke IGD KKHI Makkah dalam kondisi kelelahan dan setelah ditanya ternyata baru empat hari sampai di Makkah dan sudah menjalankan umrah sebanyak 4 kali.

“Kondisi ini sering terjadi karena keinginan yang besar dari jemaah haji untuk beraktifitas namun melebihi kemampuan tubuhnya,” kata dr. Netty.

Dari pengalaman selama bertugas di IGD KKHI Makkah, dr. Netty menyampaikan bahwa 90 persen jemaah yang mendapatkan perawatan di IGD adalah jemaah haji Lansia. Para jemaah Lansia ini sebagian besar terkendala bahasa dan beberapa tanpa pendamping.