WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Publik Banua, Kalimantan Selatan, kembali dibuat miris atas aksi kekerasan yang terjadi.

Kali ini, aksi kekerasan tersebut dilakukan oleh seorang perempuan dewasa terhadap wanita yang diperkirakan berusia lebih muda bertubuh ceking.

Video saat aksi penganiayaan itu saat ini beredar di media sosial, di antaranya dibagikan akun @kabarbanuakalsel di laman Instragram.

Dalam video tersebut terlihat lima orang berada dalam sebuah ruangan. Kelimanya berada di satu ranjang.

Satu orang terlihat berbaring, sementara empat lainnya duduk dengan posisi terpisah.

Di bagian kepala ranjang tampak tiga orang duduk. Ketiganya duduk dengan posisi terpisah, satu di sebelah kiri, satu di tengah, dan satunya di kanan.

Baca juga: Dicekik Sampai Kehabisan Napas, Pria Ini Ngaku Istrinya Tewas Keselek Pentol

Sementara di sisi ujung ranjang terlihat satu orang berbaring dengan posisi tiarap dan seorang perempuan bertubuh berisi alias semok berbaju merah duduk di samping orang yang berbaring tiarap.

Entah apa yang mereka perbincangan tiba-tiba salah satu satu yang duduk di bagian kepala ranjang sepertinya melakukan gerakan menendang ke arah wanita muda bertubuh ceking yang duduk di tengah.

Sejurus kemudian, perempuan bertubuh semok berbaju merah berdiri mendekati wanita bertubuh ceking langsung menjambak dan memukul hingga wanita muda itu terbaring di ranjang.

Perempuan semok ini tak menghentikan aksinya. Ia kembali melakukan gerakan seperti menendang dan memukul ke arah wanita muda bertubuh ceking itu.

Akun @@kabarbanuakalsel yang mengunggah video ini menyebutkan kejadiannya di salah satu hotel di Banjarmasin.

"Menurut sumber netizen kejadian itu terjadi di salah satu hotel di Banjarmasin," tulis akun ini.

Dugaan kejadian ini di Banjarmasin dikuatkan dengan sekelumit ucapan yang terekam dalam video tersebut menggunakan bahasa Banjar.

Belum diketahui kebenaran informasi terkait unggahan ini.

Video ini diunggah sekitar tiga jam yang lalu, Rabu (10/5/2023), dan mendapat ratusan like dari netizen. (edj)

Editor: Erna Djedi