“Demokrasi yang kebarat-baratan itu demokrasi yang The Winner Takes it All. Sedangkan, kita demokrasi pancasila, jadi siapa pun yang menang mari kita bersama-sama membangun negeri,” katanya.
Menko Perekonomian itu mengenang kebersamaan partainya saat SBY masih menjabat sebagai presiden pada 2004 hingga 2014.
Dia berujar bahwa momen kebersamaan itu memiliki makna yang penting bagi kedua partai.
Airlangga juga menyebut bahwa komunikasi politik antarsesama partai tetap harus dilakukan meski dalam koalisi yang berbeda.
Menurut dia, perbedaan politik saat ini atau ke depan hanya terjadi pada 14 Februari 2024.
Setelahnya, silaturahmi dan komunikasi antarpartai politik harus tetap dilakukan.
“Sama seperti tadi pertandingan olahraga voli, misalnya. Begitu sudah ada yang juara pembentukan tim nasional bukan dari juara itu sendiri, harus dibentuk semua tim,” jelas Airlangga. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







