Vendor lokal mengatakan mereka mencoba untuk menyumbangkan sisa makanan sehingga mereka tidak perlu membuang makanan dalam jumlah besar pada hari yang sepi. Mereka juga lebih berhati-hati tentang jumlah yang mereka hasilkan sejak awal.

“Biasanya tidak banyak sisa karena kami terbiasa memasak dalam jumlah yang benar selama bertahun-tahun. Makanan ringan seperti kami tetap segar selama seminggu. Kalau tidak, biasanya saya sumbangkan sisanya di sekolah kakak saya,” kata Adlin.

Seorang pria membayar penjual untuk makanan yang dia beli yang dikemas dalam tas plastik di bazaar Ramadan di Malaysia.

Menjelang sore, pasar-pasar mulai sepi saat orang Melayu pulang untuk menunggu hingga maghrib saat mereka bisa mulai makan bersama.

Bazaar akan beroperasi hingga 21 April, menjelang Hari Raya Aidilfitri. (edj)

Editor: Erna Djedi