Kisah Warga Palestina Melewati Ramadhan di Tengah Perang Ukraina

Selama minggu-minggu awal perang yang kacau, Mercedes Benz putih miliknya digunakan oleh pasukan teritorial Ukraina saat mereka berebut pasokan untuk mengusir pasukan Rusia dari utara kota. Dia yakin itu kemudian dihancurkan dalam pertempuran di dekat perbatasan dengan Belarusia. Terlepas dari tantangan tersebut, Iyad berencana untuk tetap tinggal di Kyiv dan berusaha membangun kembali bisnisnya, tetapi dia tetap tidak yakin tentang masa depan. “Kita tunggu dan lihat saja,” katanya sambil mengangkat bahu.

Meski akan selalu merasa Palestina, Iyad juga mencintai negara angkatnya. “Ada banyak kesamaan dalam tindakan Ukraina dan Palestina, kami tidak membatasi emosi kami,” jelasnya sambil tersenyum. “Kami berdua bisa memarahi seseorang di jalan, dan kami berdua mencintai anak-anak.”

Dia mengatakan dia sekarang mengandalkan banyak pelanggan Ukraina lokal yang mengunjungi jalan untuk mencicipi masakan Timur Tengah setelah vlogger YouTube merekam video pendek dari daerah tersebut beberapa tahun lalu. “Masyarakat lokal banyak yang datang ke sini, mereka suka masakan kami,” ujarnya antusias. (edj)

Editor: Erna Djedi