WARTABANJAR.COM – Taubat dipandang sebagai langkah permulaan seorang hamba yang hendak memulai perjalanan sebagai manusia yang lebih baik. Taubat menjadi hal penting dan mendesak.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya setiap anak Adam bersalah, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat.”
Bukan sekedar tobat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali. Lalu bagaimanakah agar taubat seorang hamba itu diterima?.
Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel Dr KH Amirullah Amri M Ag mengatakan tobat tak hanya sekedar ucapan tapi harus diiringi dengan penyesalan dan meninggalkan perbuatan dosa.
Baca Juga












