Teladan Rasulullah dan Pasangan Sahabat dalam Membantu Sesama
Untuk diketahui, kisah ini disampaikan oleh Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya, Al-Jami' li Ahkamil Qur'an dari Abu Hamzah At-Tsumali, saat menafsirkan surat Al-Insan ayat 8-9, yang artinya: "(8) Dan Al-Abrar atau orang-orang yang berbudi luhur itu memberikan makanan padahal mereka menyukainya kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan perang. (9) Niscaya kami memberi makan kalian karena Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kalian dan tidak mengharapkan kesyukuran kalian."
Totalitas membantu terhadap sesama seperti yang diteladankan oleh Rasulullah dan sepasang sahabat suami istri ini tentu dapat dijadikan pelajaran untuk meningkatkan rasa empati kita untuk membantu terhadap sesama secara total.
Bila kebetulan kita tidak bisa membantu secara langsung, maka kita dapat melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan pihak-pihak tertentu yang dapat bersama-sama memberi bantuan.
Utamanya di bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan. Hal ini juga seiring dengan teladan kedermawanan Rasulullah saw. Dalam kesempatan lain diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra: Artinya, "Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan; dan beliau paling dermawan di dalam bulan Ramadhan saat bertemu malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk tadarus Al-Qur’an bersamanya. Maka sungguh kedermawanan Rasulullah Saw dalam memberikan kebaikan melebihi angin yang berhembus." (HR Al-Bukhari). Wallahu a'lam. (sumber NU Online)
Editor: Erna Djedi