“Jadi, kita masih menunggu dalam 2-4 minggu ke depan, seperti apa penanganan pandemi dengan kenaikan kasus yang sangat tinggi di China,” katanya.
Dia mengatakan, kasus penularan Covid-19 di China memberikan pengalaman buruk bagi dunia.
Pandemi telah menghancurkan perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir, yang efeknya masih dirasakan hingga saat ini.
Bukan hanya menelan jutaan korban jiwa di seluruh dunia, pandemi membuat banyak pelaku usaha yang mengalami kerugian dan masyarakat yang kehilangan penghasilan.
Di sisi lain, banyak negara yang kondisi fiskalnya menjadi terganggu karena upaya penanganan Covid-19.
“Dampak negatif dari pandemi belum bisa ditinggalkan. Scaring effect masih terjadi baik dari sisi rumah tangga maupun perusahaan dan perekonomian,” ucapnya.
“Banyak negara juga yang di masa pandemi mengeluarkan stimulus fiskal sangat besar, sehingga rasio utangnya menjadi meningkat, menimbulkan ruang kebijakan fiskal menjadi sempit,” tambahnya.
Ia pun berharap pemerintah China bisa mengatasi lonjakan kasus Covid-19 tersebut, sehingga aktivitas ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu bisa kembali normal, serta berdampak positif bagi perekonomian global. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







